![]() |
| kamu adalah impian yang kulisankan dalam doa-doa terbaik pada-Nya |
Assalamu’alaikum...!
Aku
memanggilmu lewat syair-syair rindu.
Meski
seribu kata kutabur dalam kanvas putih, tak kutemukan huruf-huruf untuk mengeja
namamu.
Kau
adalah rahasia diantara rahasia-Nya.
Sulit
kujamah namun mewujud laksana rasa yang membuncah
Kau
bermain-main dijiwa tanpa permisi
Lalu
menjelma seperti pusaran badai yang meluluhlantahkan negeri hati
Apa
kau sedang mengabarkan sesuatu?
Kenapa
pula harus merampas tidur nyenyakku?
Duhai
tuan rusukku ...
Sungguh
ingin sekali kurayu pemilikmu, biarkan aku menarik selendang tabir yang
menghalangi pandanganku terhadapmu.
Namun
berkali-kali Dia membujukku, bersabar untuk menantimu dibatas yang istimewa.
Rasa
penasaran ini semakin menjadi, saat beberapa kumbang datang menawar janji.
Aku
terus dibully, tak nyaman sekali.
Ingin
aku tuntaskan masa ini, dan terikat dalam simpul suci
Agar
sakinah bisa kuraih, bersamamu disepanjang masa yang indah.
Tapi
tunggu, masih berat aku bertemu.
Berat
,,, Aku belum siap.
Tunggu
sebentar saja ..... sebentar saja .... bolehkah?
Ada
hal yang menghalangiku .... setiap waktu kubisikan pada-Nya
“Ya
Allah aku hanya ingin bertemu dengannya di saat yang tepat, dengan cara
terindah, dan kondisi teristimewa”
Kau
tahu, aku menitip rinduku untukmu lewat bait-bait doa pada-Nya. Minta dan ambil
di atas hamparan sujudmu.
Dan
rindu akan menetas, tumbuh dan memenuhi jiwamu. Mendesak-desak di dada,
menggerakan seluruh sel-sel otot, menitahkan ragamu untuk mencariku.
Namun
sebelum kau menemukanku, penuhilah harapanku. Apa itu?
- Kasihku, aku mohon kepadamu berdoalah untukku dan untukmu agar aku disini senantiasa istiqomah dijalan-Nya. Berat sekali bagiku harus bertahan seorang diri dengan keimanan ini. Doamu akan menjuntai seumpama titian jalan yang akan terus membingkai langkahku dijalan dakwah yang penuh lika-liku, onak yang melukai, dan jebakan-jebakan nafsu.
- Bangkitlah dan tebalkan semangatmu untuk terus memperbaiki diri. Aku tahu kau lelah, tapi aku lebih percaya kau sangat gagah. Tak mungkin mudah menyerah. Kau lelakiku yang taat beribadah dan memperbanyak tilawah (aamiin ya Allah). Perbaikilah cintamu pada-Nya agar semakin bertambah dan terus bertambah.
- Asah daya pikirmu, teruslah menuntut ilmu. Aku ingin sekali saat bertemu, kita bisa berbagi cerita. Kau menasehatiku dengan tutur bijakmu. Dengan santun sikapmu. Luas wawasanmu. Baik agamamu. Indah perangaimu. Tegas dalam kecerdasanmu. Apa aku berlebihan? Semoga saja tidak, aku akan terus meminta pada-Nya. Agar kebaikan terus menyertaimu.
- Jagalah hatimu. Dia sangat pencemburu. Aku juga pasti akan cemburu jika saja aku tahu, kau ternyata menyimpan rasa pada seseorang yang ternyata bukan aku.
- Cintailah ibu dan ayahmu. Muliakan mereka. Tunaikan keinginannya selama itu baik menurutmu dalam ketaatan kepada-Nya. Dengan begitu aku akan percaya, kau tak hanya mencintaiku tapi juga akan mencintai orangtuaku. Sebab DEMI ALLAH aku mencintai orang tuaku, sangat, sangat mencintai mereka, meski harus kuakui aku belum mampu menjadi seorang anak yang terbaik. Tidak, mungkin belum mencapai tahapan baik.
- Jangan tinggalkan dakwah dan umat. Demi Allah, Demi keagungan-Nya, aku ingin mengetahui dirimu dalam keadaan berjuang untuk agama. (Ya Rabb, aku mohon izinkan dia ada di jalan dakwahmu, semangat berjuang untuk agama ini)
- Semoga kau pemurah hatinya. Menyantuni yang miskin, menguatkan yang lemah, memiliki rasa kasih sayang. Penuh rasa cinta dan kelembutan. Sabar dan rendah hati. Masya Allah, aku membayangkanmu saja, hatiku diliputi oleh rasa haru.
- Dan yang terakhir, kau selalu semangat bekerja. Bersungguh-sungguh. Bertanggungjawab. Berdedikasi. Memiliki integritas. Memotivasi dan menginspirasi :D
Udah
dulu ya, hehe ternyata ini sudah jam 01.48 dini hari. Besok hari senin, aku
harus segera tidur. Ayo, kamu, ya kamu, semangat. Semoga Allah memudahkan
hajat-hajat kita, dan menjaga semangat kita dalam kebaikan. Dan mempertemukan
kita dengan cara terindah. Allahumma aamiin









0 komentar:
Posting Komentar