RSS

Wayang, Wujud Karunia Filsafat

Iringan Alat Musik Gamelan

         Selasa, 21 November 2017, sore itu kami janjian menonton pertunjukan wayang kulit. Sebelumnya tak pernah terbesit sekalipun akan menonton pertunjukan wayang selama di jogja. Qadarullah, mata kuliah filsafat ilmu yang diampu oleh Prof. Marsigit membuat saya mengamati secara langsung warisan budaya yang cukup terkenal ini. Biasanya hanya melalui media sosial dan pemberitaan televisi.  Inilah yang saya sebut wayang sebagai wujud karunia filsafat.
            Alhamdulillah cuaca malam itu cukup bersahabat setelah kemarin hujan lebat mengguyur jogja. Bintang-bintang berkilau menghiasi langit. Sungguh, Kami merasa diuntungkan dan berangkat menuju keraton dengan kondisi terbaik, senang dan semangat. Jalanan kota tak terlalu padat. Hanya butuh waktu kira-kira 15 sampai 20  menit untuk sampai di sana. Selanjutnya kami membayar tiket masuk senilai 20 ribu rupiah.
            Sejujurnya saya tidak memahami substansi daripada pagelaran wayang kulit tersebut. Hanya alunan musik dan ciri khas gamelan membuat saya terpana. Sangat artistik. Insting seni saya seketika aktif dengan sendirinya. Adalah kewajaran jika saya tak memahami kisah wayang yang dituturkan tersebut, sebab saya berasal dari luar daerah yakni Sulawesi yang sangat berbeda dengan budaya jawa dari konteks manapun. Akhirnya saya hanya mengamati pertunjukan tersebut sembari memperhatikan alat-alat yang mereka gunakan.
Berdasarkan informasi yang saya dapatkan bahwa setiap bentuk fisik wayang kulit Yogyakarta memiliki makna tertentu. Misalnya tokoh-tokoh dalam wayang memiliki tangan yang panjang hingga menyentuh kaki. Hal ini berkaitan dengan fungsi wayang kulit dalam pagelaran yakni kegiatan menyembah. Yang paling mencolok adalah alat muski gamelan. Alat tradisional ini terbuat dari logam. Gamelan berasal dari bahasa jawa “Gamel” yang berarti memukul atau menabuh. Alat ini sangat penting dalam pertunjukan wayang.


            Sedikitnya yang saya pahami, episode kisah pada wayang berbeda-beda. Ada yang mengisahkan tentang perjodohan dan pernikahan, dipentaskan sebagai sajian seni hiburan yang bersifat sekuler, dan seringkali berisi sebuah lelucon namun mengandung nasehat. Berbagai karakter muncul di sana. Menjadi penasihat ksatria, penghibur, kritis bahkan ada yang menjadi sumber kebijakan dan kebenaran. Tokoh ini sebagai sarana untuk mensosialisasikan sebuah aturan.

Pertunjukan wayang kulit


            Malam itu nampak beberapa wisatawan asing sedang memperhatikan pagelaran wayang. Entah mereka memahami atau tidak. Lalu apa yang mereka pikirkan? Wajah-wajah itu tengah serius menyimak. Adapun saya hanya mondar-mandir jeprat-jepret setiap sudut tempat untuk mengabadikannya dalam dokumentasi tulisan. Sesekali tersenyum kepada bapak-bapak yang memainkan alat musik. Dan Alhamdulillah refleksi ini berhasil disusun meski sangat miskin informasi. Semoga bisa bermanfaat bagi yang lainnya.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

2 komentar:

cici mengatakan...

Yuk Merapat Best Betting Online Hanya Di AREATOTO
Dalam 1 Userid Dapat Bermain Semua Permainan
Yang Ada :
TARUHAN BOLA - LIVE CASINO - SABUNG AYAM - TOGEL ONLINE ( Tanpa Batas Invest )
Sekedar Nonton Bola ,
Jika Tidak Pasang Taruhan , Mana Seru , Pasangkan Taruhan Anda Di areatoto
Minimal Deposit Rp 20.000 Dan Withdraw Rp.50.000
Proses Deposit Dan Withdraw ( EXPRES ) Super Cepat
Anda Akan Di Layani Dengan Customer Service Yang Ramah
Website Online 24Jam/Setiap Hariny

Anonim mengatakan...

Casino in New Jersey - DrmCD
The Casino 수원 출장안마 in New Jersey, is a casino in New Jersey. The 평택 출장마사지 casino in New Jersey is a 천안 출장샵 casino 속초 출장안마 in New Jersey. The casino in New Jersey is a casino in 전라남도 출장샵 New Jersey.

Posting Komentar