RSS

IKHLAS

Satu kata yang mungkin berat jika diamalkan di dunia ini ialah ikhlas. Menjelang shubuh kali ini aku hanya ingin menulis saja. Meski kalimatnya tak beraturan. So What. Aku merasa lebih nyaman menuliskan semua yang ada di hati dibanding harus menceritakan kepada orang lain. Rasanya, tidak seemua orang paham posisi kita sehingga mau mengerti dan mendengar dengan tulus. 

Sudah memasuki semester tiga, tapi aku masih seperti ini. Gak banyak tahu apapun dari materi kuliah. Kalau mau merefleksi setahun lebih silam saat memasuki awal kuliah, betapa idealisme itu teramat tinggi. Aku ingin fokus belajar dan membaca banyak referensi. Nyatanya, saat sudah di sini segalanya berbeda. Ekspektasi tak sesuai kenyataan. Aku tergiur dengan dinamika jogja dan menjadi pecah fokus untuk kuliah. Dari awal aku sudah menyadari bahwa aku memang gak bisa maksimal ke satu hal ketika harus memikirkan hal lain dalam waktu bersamaan. 

Rasanya aku cemburu pada diriku yang dulu. Masa ketika SMA yang kulakukan hanya belajar dan belajar saja. Masa yang teramat gemilang saat kamu menjadi orang nomor satu di sekolah. Ya, di sekolah kamu menjadi bintangnya. Juara umum bertahan itu hanya bisa kamu peroleh saat kamu fokus mengejar target. Rasaanya saat ini aku teramat malu. Malu banget, saat menyadari diri tertinggal begitu jauh dari teman-teman. 3 semester berlalu dan kamu bahkan selama itu wahai diri tidak pernah sekalipun menjatahkan waktu untk membaca referensi sebanyak mungkin di sini. Mempelajari materi yang dibahas dosen di kelas bahkan tidak pernah. Parahnya, saat ujian beberapa kali tidak pernah belajar. Hanya mengandalkan materi yang kamu dengar dari penjelasan dosen dan itu teramat miskin sekali. 

Ya Allah, kadang-kadang karena sudah lelah dengan bannyaknya kegiatan di luar kelas, aku lebih memilih tidur saja daripada belajar. Aku juga tidak sanggup jika diberi amanah bersikap cuek dengan amanah itu selayaknya orang lain. Kadang aku bingung sendiri, kenapa aku terlalu memprioritaskan hal di luar sedang kuliahku berantakan? Apakah karenaa aku benar-benar jatuh cinta dengan dakwah ini? tetapi cinta tidak akan mengeluh seperti ini. Cinta itu akan menyerahkan segaala yang dimiliki, mengorbankan sepenuh jiwa tanpa pernah ada sedikit sesalpun. Lalu dimana ikhlas itu selama ini pin? Jangan sampai semua kerja dan lelah itu bukan pahala dan kasih sayangnya yaang kamu dapat tapi justru sia-sia karena tak ikhlas. Lalu apakah kamu terlalu khawatir dengan dunia saat orang lain berlomba-lomba mengejarnya? 

Ya Allah, aku hanya malu saja. Aku merasa terlambat untuk lebih gigih belajar sejak awal. Aku benaar-benar ingin memanfaatkan dengan maksimal kesempatan belajar di sini dengan baik. Tapi kecepatan otakku belajar lebih lambat saat aku harus memikirkan hal lain yang sama pentingnya dengan kuliah. Memaang sih, ketika aku merasa ingin membuat semua hal sejajar pentingnya itu bahkan mustahil. Sama seperti hati, gak akan mungkin semua ruang di hati di isi oleh semua jenis cinta yang sama porsinya. 

Selain banyak kepentingan di atas yang membuat aku gak bisa fokus belajar, adalah masalah hati. Sungguh akibat hati seperti bom atom, meluluhlantahkan semua hal disekitarnya. Pantaslah hati diibaratkan seperti kerajaan tubuh, seperti hadits Rasulullah, ada segumpal daging yang jika baik maka baik pula semuanya, tapi jika buruk maka buruk pula segalanya. Demi Allah aku berusaha tertatih-tatih menjaga pertahanan diri ini aar tidak terjebak pada hal-hal yang akan mnjatuhkan izzah diri. Demi Allah aku harus mengakui diriku lemah teramat sangat saat harus memerangi hati sendiri. Demi Allah aku hampir menyerah, jika aku tak ingat kebesaran Tuhanku yang Maha Teliti mengamati. Munafik, jika aku mengatakan tak pernah jatuh cinta. Bahkan itu terjadi berkali-kali. Tapi sekuat diri menghalau itu, berusaha membebaskan dan mengatakan pada diri "Ini, nafsu yang bermaain. Selama tak halal maka Allah tak ridha. Sungguh Dia Maha Pencemburu kepada hambaNya". Di sini letak kegelisahan itu. Sering karena tak merasa nyaman dengan kondisi ini, maka tak jarang memikirkan siapa kelak yang akan mengisi hari-hari dengan penuh ketaatan pada satu ikatan yang halal. Ada ketakutan menyergap, "Apa aku mampu mencintai seseorang yang ketika ditawarkan tak memiliki rasa apapun?". Di sinilah kebodohan diri. Padahal aku teramat tahu bahwa yang menggengam hati adalah Allah, mudah bagiNya untuk mengguyur hati dengan perasaan cinta yang hadir seketika. Lalu kenapa begitu gelisah? Lagi, sisi kemanusiaanku memang sulit dipungkiri tetap akan ada. 

"Allah paling tahu yang terbaik buat kamu pin". Memang seperti itu, diantara ujian hati adalah saat kita mengharapkan orang tertentu tapi yang datang malah bukan yang diharapkan. Nah ini juga nafsu, keimanan atas keyakinan kita pada ketetapanNya benar-benar akan diuji. Makanya kita tidak boleh menyandarkan harapan pada apapun selain pada Allah saja. 

Ternyata sudah satu jam aku nulis. Terapi bagi hati memang menulis, alhamdulillah sedikit lebih ringan. Intinya berdoalah agar kamu mampu menjaga izzah dan batasan-batasan sampai jelas ketetapn Allah yang terbaik untukmu pin. Ingat juga, kamu harus lebih rajin menyelesaikan kuliah tepat waktu. Kamu punya mimpi ingin mnegajak ayah dan ibu ke jogja kan? Ayah dan ibumu sudah tua dan mulai sakit-sakitan pin. Kalau kamu gak secepatnya menuntaskan kuliah ini, bagaimana dengan impian dan harapan mereka? Ya Allah berikan ayah, ibu dan aku kesehatan dan kesempatan serta melihat binar-binar dari tetesan kebahagiaan di mata keduanya melihat anaknya di wisuda tahun depan juni 2019. Meski itu bahkan tidak akan pernah mampu membalas satu tetes susu ibu yang ikhlas dan satu tetes peluh keringat ayah yang penuh tanggunjawab menafkahi keluarga. Aku menyayangi keduanya karenaMu.

Ayooo pin semangat dan kalahkan dirimu, kalahkan. Demi Allah ini untuk kebaikan. Bismillah ya mulai hari ini atur segalanya dengan rapi dan perbanyak ibadah serta lebih mendekat-meminta kebaikan padaNya okey.... :)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar