Refleksi Mata Kuliah Filsafat
Dosen Pengampu Prof. DR. Marsigit, M.A
Ø Bagaimana
supaya fokus dalam menjalani hidup?
Kadang-kadang
diperlukan sesuatu itu disesuaikan dengan keadaan. Sebab ada fokus dan tidak
fokus. Jika saya ingin tidur, maka saya tidak perlu fokus. Apakah itu artinya
tidak fokus tidak penting? Belum tentu, sebab sebenar-benarnya hidup adalah
antara tidak fokus dan tidak fokus. Fokuslah kita dalam ruang dan waktu yang
tepat. Dalam filsafat kedudukannya sama dengan pertanyaan bagaimana supaya
tidak fokus dalam menjalani hidup. Itu tesis dan anti tesis. Untuk Itulah kita
bangsa Indonesia kadang-kadang terjebak pada baik dan buruk tapi tidak terampil
terhadapa apa yang terjadi antara baik dan buruk itu. Namun ada juga yang
terlena dengan baik dan buruknya.
Ø Bagaimana
tips agar tidak menunda pekerjaan?
Ada saatnya pekerjaan
harus ditunda. Misalnya tadi pagi saya membuat proposal, kalau tidak ditunda
maka saya tidak bisa mengajar. Kita itu kadang-kadang tidak adil. Karena
pertanyaan kita tidak adil. Pikiran kita tidak adil. Perasaan kita tidak adil
kepada orang lain. Jadi kita tidak adil. Karena persoalan kita seperti itu
menjadi tidak terampil. Jadinya anarkis. Tapi keadilan selalu harus dimulai
dari diri sendiri.
Ø Bagaimana
tips agar hidup itu selalu bahagia?
Hidup itu bukan tips. Bahkan dalam mengerjakan
matematika, salah itu penting. Agar bisa sampai kepada yang benar. Jadi salah
itu benar. Benar adanya, maka salah itu penting.
Ø Bagaimana
cara mensyukuri apapun dalam hidup?
Kalau saya bersyukur
maka ujung-ujungnya berdoa. Jika tidak sedang bersyukur maka terlupa atau
terlena. Itu tantangan kita. Itu pikiran. Tapi hati lain lagi ranahnya.
Ø Bagimana
menjadi orang yang giat?
Harus diberi catatan
sebab kalau hanya giat saja maka mudah dimanfaatkan orang lain. Entah jadi
teroris, atau koruptor maka kita bisa saja jadi koruptor yang giat. Sehingga
tidak giat pun menjadi penting. Contoh, mari kita giat membobol atm, maka aku
tak mau giat disitu.
Ø Bagimana
cara merendahkan hati?
Absolut ini penting.
Rendah hati berbeda dengan rendah diri. Kalau rendah diri artinya tak berharga.
Namun rendah hati justru mulia karena kita selalu berdoa. Cara merendahkan hati
adalah dengan mensyukuri, ikhlas dan sebagainya.
Ø Bagaimana
kita bisa peka.
Ini sudah masuk pada
ranah dunia. Peka itu penting tapi ketika tidur, aku menghilangkan kepekaan
itu.
Ø Bagaimana
cara menyikapi lingkungan? maka jadilah kita bagian dari lingkungan itu.
Ø Bagaimana agar terus bahagia?
Tidak bahagia
kadang-kadang perlu supaya bisa merasakan kebahagiaan. Ketika euforia, orang
mudah lupa.Tadinya dia tidak merasa betapa pentingnya ada listrik tapi ketika
listrik padam dia menjadi kesusahan. Saat menyala maka dia menjadi sangat
bahagia. Maka sedih juga punya makna.
Ø Bagimana
mendapatkan pasangan yang beriman dan direstui orang tua?
Ini kaitannya dengan keikhlasan. Ternyata dua
dunia yang saling asing dengan keikhlasan bisa saling menyatu. Dan pada
akhirnya ketika kita sudah berdoa maka Tuhan yang menentukan. Jadi keikhlasan
sangat penting sekali, namun tetap diikuti dengan berdoa dan ikhtiar. Dan namanya
cinta tidak bisa direkayasa atau didefinisikan apalagi buat aplikasi cinta. Itu
semata-mata ikhtiar, pemberian, rezeki dan takdir kita. Semuanya darimana? dari
pergaulan. Maka S2 termasuk pergaulan. Justru kalau anda dari lintas daerah
maka gen itu menjadi kuat jika bertemu. Secara genetika jika memiliki garis
keturunan yang sangat dekat maka ada kemungkinan akan menjadi cacat.
Ø Bagaimana
menjadi manusia bertubuh sehat dan kuat?
Ini kalau dispiritualkan,
maka yang penting apapun itu diridhai oleh Tuhan.
Ø Bagimana
mewujudkan mimpi menjadi Traveller?
Mimpi ini sifatnya
dalam waktu yang pendek tapi parsial. Sebab mungkin setelah mewujudkan mimpi
itu, kita menjadi kecewa. Jika bisa mimpinya harus diperpanjang.
Ø Dalam
hidup ini ada pertemuan dan perpisahan, Bagaimana kita menyikapi agar tidak
dicap kacang lupa kulitnya?
Dalam filsafat apalah artinya cap. Setiap
orang bisa dicap. Sebagai akibat, jika itu yang dikejar maka semuanya tidak
akan dicapai. Maka kita harus menujunya pada pertemuaan dan perpisahan yang
hakiki. Itulah milik Tuhan, manusia yang berusaha mencapainya. Dalam filsafat
bagaimana kita memikirkannya? sebetulnya itu adalah perjalanan ruang dan waktu
yang ditembus. Maka setiap saat aku mengalami perpisahan dan setiap saat
mengalami pertemuan. Fenomena hidup itu lengkap tidak hanya linear seperti
orang barat, berbahaya. Tapi orang timur itu memikirkannya sebagai spiritual
melingkar. Seperti spiral yang lengkap dimesi tiga, maju dan berkelanjutan. Itu
sesuatu yang tetap dan berubah. Tiadalah kita itu berubah tapi pada waktu yang
sama tiadalah kita tetap. Maka gampang sekali dalam filsafat apa yang berubah
dan tetap. Secara fisik kita setiap saat mengalami perubahan. Agar kita seimbang
berpikirnya. Yang tetap? Kita tetap manusia ciptaan Tuhan yang punya pikiran
dan hati.
Ø Apa
tujuan hidup yang sebenarnya kita kejar?
Jika Tuhan sudah Ridha dan rahmatNya berlimpah
kepada kita maka sudah dikejar. Tuhan itu Maha mengerti semuanya.
Ø Bagaimana
kita menyikapi masa Tua?
Jalani saja apa adanya
hidup ini, tapi bukan berarti menyerah dan putus asa. Ada potensi Fatal dan
potensi vital. Fatal adalah potensi takdir. Lengkap dari fisik, spiritualnya,
genetika dan sebagainya. Potensi ikhtiar adalah vital, maka hidup anda tergantung
usaha. Semua yang kita alami adalah kodrat. Jika kita percaya pada takdir maka
semua takdir itu baik. Semuanya sudah diberi tapi tetap ada porsinya dan akan
berubah jika kita ikhtiarkan.
Ø Apakah
ada kebahagiaan hidup yang hakiki?
Itu tergantung level
dan dimensinya. Kalau sudah level spiritual maka gapailah syurga itu sekarang
juga tapi bukan surga dunia. Kalau surga dunianya orang awan itu adalah foya-foya
dan sebagainya. Begitupun sebenar-benarnya orang adalah sebetulnya dia berada
dalam neraka tapi dia tidak menyadari. Maka sebenar-benarnya neraka adalah
godaan syetan. Salah satu godaan syetan yang kecil adalah gelisah. Jadi surga
dan neraka bisa diraih sekarang juga. Sebab sebenar-benarnya surga jika hidupmu
sedang dalam ridha Tuhan. Dan sebenar-benarnya ridha Tuhan adalah doa.
Ø Dalam
siklus hidup manusia apakah ada yang namanya reinkarnasi?
Hidup itu ada dua
unsure, yaitu linear dan siklik. Linear itu terus dan kita tidak bisa diulang.
Siklik berarti ‘Jika hari ini kamis, maka insyaa Allah kita masih bisa bertemu
hari kamis’. Kamis pada minggu berikutnya itulah reinkarnasi kita. Jadi
reinkarnasi adalah menemukan jati dirinya kembali pada putaran waktu siklik.
Maka ikhtiarmu itu menemukan masa depan. Apa yang kamu kerjakan sekarang menentukan
sifat dan karaktermu dimasa yang akan datang. Jika kita sekarang menjadi ahli
doa maka kemungkinan generasi berikutnya akan menjadi ahli doa. Jadi yang kita
lakukan sekarang menentukan anak cucu selanjutnya.
Ø Apa
yang paling dekat?
Yang paling dekat itu
adalah Tuhan. Jadi jawabannya ada yang normative, formal, harapan dan
sebagainya. Doa itu ada tanggungjawabnya, sebab kita harus benar-benar
berusaha.
Ø Apa
yang paling mudah?
Jawaban filsafat adalah
semua. Karena dalam filsafat yang penting penjelasannya. Juga apa yang paling
sulit? maka semua bisa menjadi sulit bagimu dan semua bisa menjadi mudah
bagimu.
Ø Apa
yang harus dilakukan jika kenyataan tidak sesuai dengan rencana?
Ini yang disebut hermenetika yaitu jalannya
dunia. Maka terjemah dan menerjemahkan dalam berinteraksi tidak ada saling
menyalahkan. Misalnya ada mahasiswa tidak sopan, itu berarti dosennya juga
tidak sopan. Logikanya sama dengan menepuk air terkena wajah. Hidupmu tidak
akan punya arti tanpa dirimu. Jadi jika kenyataan tidak sesuai dengan rencana
maka rencanamu yang sebenarnya tidak beres. Tumbuh-tumbuhan itu juga menerjemahkan
matahari, jika ditutup maka dia menggeliat mencari sinar matahari. Jadi jika
ingin menjadi apapun maka berinteraksilah.
Terjemah dan menerjemahkan itu adalah proses sehingga cinta sebagai
akibat dan bukan tujuan. Jika engkau ingin bercinta dengan orang-orang baik
maka bergaulah dengan orang-orang baik.
Ø Apa
yang paling menarik di dunia?
Maka semua yang ada dan
mungkin ada menarik tapi tergantung konteksnya. Dan tergantung bagaimana
penjelasannya. Dalam konteks spiritual, yang paling menarik adalah yang
baik-baik. Karena dalam filsafat yang tidak menarik adalah menarik tapi dalam
derajat negatif. Sebagai tambahan, bahwa rezeki itu persepsi. Semua itu kalau
disyukuri maka dunia seolah berubah. Untuk itulah sebenarnya tidak ada di dunia
ini orang miskin. Hanya kita tidak bisa melihat dan menikmatinya. Misalnya kita
mau bernafas pake tabung gas di Rumah Sakit maka biayanya sangat mahal (3 jutaan).
Tapi sekarang kita mendapatkan yang gratis. Apa itu bukan kekayaaan yang harus
disyukuri? Tentu saja sangat bersyukur.
Ø Ruangnya
dimana? kapan
Ruang itu adalah waktu.
Kita tidak mengerti atau memahami ruang berarti tidak mengunakan waktu. Padahal
ruang itu adalah segala yang ada dan yang mungkin ada. Yang belum kita ketahui
itu adalah ruang apalagi yang kita ketahui. Filsafat adalah olah pikir. Yang
namanya olah pikir yang ada itu ada dalam pikiranmu. Yang mungkin ada berarti
belum ada tapi ada potensi untuk menjadi ada. Tergantung. Padahal kita punya
persoalan semilyar kali semilyar kali semilyar masih belum cukup yang ada dan
yang mungkin ada. Ada dalam pikiranmu itu satu saja sifatnya sudah cukup. Pak
marsigit punya semilyar sifat dan itu sudah ada dalam pikiranmu. Syarat ada
sudah terpenuhi. Maka sebenar-benarnya ukuran orang yang berfilsafat mampu
menjelaskan hal yang paling tersulit menjadi hal yang paling mudah. Itu
indikator orang yang bisa berfilsafat. Andaikata setiap konsep baru yang masuk
pada pikiran kita menimbulkan kegoncangan dalam diri maka seperti apa jadinya.
Bisa stress yang berkelanjutan. Jadi,
ruang itu kita bisa paham karena waktu. Kita bisa memahami waktu dengan ruang
maka jika saya bertanya ‘dimana itu artinya kapan’, atau ‘Kapannya yang dimana?’.
Barat dan timur itu adalah waktu, oleh karena waktu maka bisa ditambah dengan
kapan. Dan waktu harus dijawab dengan tempat.
Ø Anda
itu apa?
Hakekat. Hakekat itu
ontology. Semua yang ada dan yang mungkin ada adalah potensi. Jangankan
manusia, sebuah batu adalah potensi, batu gunung agung di bali punya potensi
untuk meledak. Batu disungai punya potensi jadi pasir karena terbentur-bentur
pada arus air, hingga pecah dan akhirnya menjadi kecil dan terbentuk pasir.
Yang kurus punya potensi jadi gemuk dan sebaliknya. Yang muda berpotensi jadi
tua. Maka yang ada dan mungkin ada berpotensi. Termasuk punya potensi tambah
dan potensi hilang. Orang yang pikun punya potensi hilang.
Ø Anda
darimana?
Potensi. Potensi ada
dua, yaitu takdir dan ikhtiar. Atau potensi terpilih dan memilih. Batu itu
potensi terpilih, jatuh di suatu tempat. Siapa yang menjatuhkan? Alam. Hukum
alam itu dari Tuhan. Tetapi batu kemudian ditentukan oleh Tuhan karena letak
geografisnya yang lebih tinggi maka dia punya potensi untuk menggelinding dan
menabrak batu yang lain sehingga batu yang lain pecah. Maka dia bisa memilih,
menggelinding sesuai dengan hukum alam. Maka kita itu dari yang terpilih.
Ø Mau
kemana?
Mau memilih. Termasuk
memilih untuk bernafas dan melihat. Maka kita terpilih oleh Tuhan untuk tidak
melihat bagian kepala dan bagian belakang. Ucapan kita yang terakhir itu
terpilih sesuka hati. Maka kata-kata yang keluar itu terpilih oleh pikiran kita.
Jadi kita paham karena tidak sempurna. Oleh karena itu jangan berkecil hati
jika tidak sempurna. Sebab sebenar-benar manusia adalah sempurna dalam
ketidaksempurnaan dan tidak sempurna dalam kesempurnaan. Ini peringatan bagi
orang yang perfeksionis. Kita itu bahagia karena tidak sempurna. Misalkan
pendengaran kita dijadikan sempurna sehingga bisa didengar semuanya maka
menakutkan juga. Tiba-tiba kita mendengar kambing dimakan harimau, anak
diculik, perang dan sebagainya. Bisa mendengar semuanya. Suara kita juga
terbatas. Jika suara kita sempurna, ucapan kita didengar semua orang maka
stress. Misalnya orang disebelah sana mau shalat tapi karena ada suara yang sempurna
(cukup keras) sehingga mereka jadi terganggu.
Ø Engkau
tadi dimana?
Berfilsafat itu harus
terbebas dari zona nyaman berpikir. Tapi kalau zona nyaman di dalam hati itu
harus diperjuangkan. Pikiran itu memang harus kacau tapi jangan sampai
mengacaukan hati.
Ø Anda
itu dengan siapa?
Dengan keputusan. Mulai
dari keputusan bawah sadar sampai keputusan disadari. Misalnya saya memutuskan
mengambil nafas panjang, maka putuskan. Maka sebenar-benar bijaksana adalah
bisa mengambil keputusan. Sebenar-benar orang cerdas adalah yang bisa mengambil
keputusan. Tapi bukan sembarang keputusan.
Ø Berapa
umurmu?
Antara
umur yang dicatat dan umurnya sebenarnya itu tak terhingga. Kalau kita mau
berpikir. Karena sebenar-benarnya filsafat adalah olah fikir.
Ø
Mendengar gelombang.
Gelombang suara itu fisika. Semua yang kau dengar itu adalah tesis. Semua yang
ada ciptaan tuhan itu tesis. Kamu berfikir itu mensintesiskan dengan cara
mencari antitesisnya. Semua diluar diriku itu antitesis. Tesis dan anti tesis
tergantung aku memikirkannya.
Ø Jiwamu
itu ada dimana?
Di nomena. Selain
fenomena. Fenomena di panca indra. Semua yang ada di panca indra itu fenomena.
Jiwa itu tidak bisa dilihat maka dia ada di nomena. Arwah, roh itu tidak bisa
dilihat makanya dia ada di nomena. Yang bisa dipukul itu fenomena namanya.
Ø Cita-citamu
ada dimana? Prinsip.
Ø Apa
buktinya?
Segala bukti itu
identitas. Matematika murni bekerja hanya satu teorema dibuat menjadi seribu
teorema dan tidak boleh bertentangan. Itu namanya identitas. Identitas itu
sama, jadi apa buktinya. 2+4=6, 1+1+1+1+1+1=6 nah itu buktinya. 6=6 itulah
identitas. Dua macam prinsip di dunia itu hanya dua, identitas dan kotradiksi.
Identitas itu pikiran keatas sampe spiritual. Tuhan itu tidak boleh ada identitas.
Turun kebawah kontradiksi. Semua keadaan itu kontradiksi bagi dirimu. Bahkan
diriku kontradiksi bagi diriku. Sebenar-benar Tuhan tidak punya kontradiksi.
Kontradiksi filsafat dan kenyataan beda dengan kotradiksinya matematika. Kalau
kotradiksinya matematika itu tidak identitas. Tidak identitas itu artinya tidak
logis. Logika itu beda dengan kenyataan. Kenyataan itu yang kontradiksi, logika
itu yang identitas. Berfikir itu ada dua, identitas dan kontradiksi. Matematika
murni itu berfikirnya identitas saja. Mereka tidak butuh melihat kenyataan.
Engkau itu cuman x1, x2, x3, x4 dan seterusnya. Anggota grup. Grup adalah
kelompok anggota yang memenuhi sifat, 1. Tertutup asosiatif. Tertutup terhadap
operasi.
Ø Ilmumu
ada dimana?
Di dalam kontradiksi. Sebenar-benarnya
berilmu kalau kontradiksi. Maka sebenar-benarnya berilmu ada dalam pengalaman.
Ø Sekarang
jam berapa?
Jam berjalan. Karena misalnya
kita bertemu jam 9. Lewat beberapa detik, jadi salah kita tidak menepati janji.
Jika kita mau berfikir benar, sebetulnya kita sedang berbuat sesuatupun bisa
saja sudah berdosa. Maka istighfar itu perlu setiap saat. Dosa yang kita sadar
maupun tidak sadar. Misal kita janji jam 9, nah sekarang jam 9 lewat 000, maka
kita sudah berdosa. Sehingga manusia itu bisa hidup karena ketidak
sempurnaan. Jadi sebenar-benarnya
berfilsafat ada dalam ruang dan waktu. Dan musuh berfilsafat adalah kalau tidak
sesuai dengan ruang dan waktu. Maka jadilah orang yang bijaksana. Mengerti tapi
diam saja.
Ø Tadi
malam kamu mimpi ada?
Mimpi itu refleksi atau
pantulan. Seperti kita tidur, kita masih
ada energi, masih ada kontrolnya dibawah alam sadar. Jadi ketika kita tertidur
tidak serta merta semua tertidur. Maka refleksi dari kehidupan kita berpantul,
maka jadilah mimpi disana.
Ø Kenapa
engkau diam?
equilibrium. Sebab
kalau belum mencapai equilibrium masih bergoyang-goyang. Maka sebenar-benarnya
hidup adalah diam dalam keadaan bergerak. Sebenar-benarnya orang bijaksana
bergerak dalam keadaan diam. Walaupun diam hatinya penuh dengan doa. Itu
maksdunya. Kita menempati bumi ini, tapi bumi terus bergerak hanya kita tidak
merasa. Dengan lembutnya Tuhan menciptkan itu sehingga kita bisa tidur nyenyak.
Tuhan itu maha bijaksana. Maka setiap saat kita harus bersyukur.
Ø Kenapa
engkau bicara?
Karena ini rumahku.
Sebenar-benarnya rumah itu adalah bahasaku. Maka siapakah diriku adalah
bahasaku. Kata-kataku itu ialah sebenar-benar diriku.
Ø Kenapa
engkau terlambat?
Mitos. Karena
sebenar-benarnya tidak ada istilah terlambat. Kenapa, karena terlambat disini
ia tidak terlambat disana.
Ø Kenapa
kita cemas?
Sebenar-benarnya cemas
dalam hati itu, na’uzubillah min dzalik itu adalah godaan syetan. Tiadalah yang
mampu membantu kita mengatasi rasa cemas kecuali atas bantuan Tuhan. Maka
mintalah pertolongan kepada Tuhan dengan cara berdoa. Maka silakan
cemas-cemaskan pikiranmu itu. Kacaukan pikiran. Karena itu adalah sebenar-benar
awal dari ilmu. Karena sebenar-benarnya ilmu adalah kontradiksi. Kalau tidak ada kontradiksi tidak ada ilmu.
Cemas dan gelisah sama saja.








1 komentar:
Yuk Merapat Best Betting Online Hanya Di AREATOTO
Dalam 1 Userid Dapat Bermain Semua Permainan
Yang Ada :
TARUHAN BOLA - LIVE CASINO - SABUNG AYAM - TOGEL ONLINE ( Tanpa Batas Invest )
Sekedar Nonton Bola ,
Jika Tidak Pasang Taruhan , Mana Seru , Pasangkan Taruhan Anda Di areatoto
Minimal Deposit Rp 20.000 Dan Withdraw Rp.50.000
Proses Deposit Dan Withdraw ( EXPRES ) Super Cepat
Anda Akan Di Layani Dengan Customer Service Yang Ramah
Website Online 24Jam/Setiap Hariny
Posting Komentar