![]() |
| My Favorite Leader |
“Menjadi pemimpin itu
bukan soal kecerdasan, kharisma, komunikasi, tampilan, dan segala macam atribut
yang biasa dilekatkan pada figur pemimpin. Disebut pemimpin atau tidak ini
adalah soal ada atau tidaknya yang mengikuti”
Saya terinspirasi dari
sosok Habibie yang tangguh, pekerja keras, tak kenal lelah dan kalah. Yang
menjadikan martabat negara sebagai kekuatannya. Menjungkirbalikan ego. Meninggalkan
jabatan direktur teknologi di Jerman setelah menerima kritikan pedas dari
seorang direktur utama pertamina, Ibnu Sutowo yang mempertanyakan jiwa
nasionalismenya. Akhirnya ia pulang ke Indonesia demi sebuah kata yang paling dirindukan:
Perubahan dan membangun negeri.
Bapak Habibie tentu
tahu, saat ini bumi pertiwi sedang krisis generasi. Perkembangan zaman membuat
segalanya semakin praktis. Kekuasaan, status, jabatan, bahkan ijazah praktis.
Korupsi, kriminalitas, narkoba, bahkan kekerasan seksual seolah masih menjadi
santapan publik. Saya merindukan keteladanan Habibie muda. Dimana berkarya
adalah hidupnya. Dialah Raksasa Teknologi yang membuat jutaan pasang mata
rakyat Indonesia berbinar. Meneteskan air mata. Berdecak haru dan melonjak
kegirangan sejak pesawat pertamanya membuat negara ini diakui dunia karena
memiliki teknologi yang tinggi.
Habibie kecil penuh
dengan kisah yang menggetarkan. Dia lebih antusias membaca buku daripada
bermain yang merupakan dunia anak-anak pada umumnya. Mungkin itu yang hilang
dari negeri ini. Sosok pemuda seperti Habibie yang suka membaca itu langka. Kebanyakan
lebih gemar bermain gadget dan nonton
daripada berlama-lama menekuri buku. Tidak heran jika isu-isu pornografi
melesat cukup tajam di negeri ini.
Hal yang paling
mengagumkan, Habibie kecil adalah tipe anak yang sangat kritis. Ia akan
menanyakan apa saja yang terlintas dibenaknya. Hingga hobinya ini membuat
banyak orang-orang disekitarnya terganggu. Sebab harus berhadapan dengan daya
imajinasi dan rasa penasarannya yang tinggi. Merasa tidak enak, maka ia pun
berusaha mencari solusinya sendiri. Akibatnya ia terbiasa memecahkan masalah
dengan melahap banyak referensi.
Habibie kecil adalah
sosok yang membanggakan. Ia sudah sangat tahu apa yang merupakan tujuan
hidupnya. Baginya hidup adalah pilihan untuk memberikan arah kemana ia harus
bergerak. Ia mnjadikan cita-citanya sebagai kiblat bagi kapal jiwanya yang telah
siap mengarungi samudera kehidupan yang penuh badai dan hentakan ombak. Tak
cukup hanya itu, Habibie seorang muslim yang terus menanamkan karakter
bernapaskan islam. Ia percaya, iman dan taqwa ibarat menara cahaya di malam
hari yang akan menunjukan arah kapalnya berlabuh. Baginya moral adalah kata
yang paling sensitf bagi seorang pemuda yang mencintai diri, bangsa dan
agamanya. Sehingga ia selalu memberikan teladan integritas, kredibilitas,
kapabilitas, komitmen, dedikasi, dan kepemimpinan yang tinggi.
Habibie lebih mengedepankan
kepentingan kolektif. Tak ada keraguan meninggalkan jabatan. Bahkan ketika ia
disuruh memilih ingin jadi presiden atau pembuat pesawat. Ia pasti memilih membuat
pesawat. Ia mencintai bangsa, lebih dari raca cinta pada dirinya. Dialah sosok
pemimpin yang menjadi rujukan, yang gagasannya dikuti, dan langkahnya terus menginsirasi
banyak orrang.
Dalam setiap kesempatan
Habibie berusaha menularkan semangat kepada siapa saja. Diantaranya ketika
semua orang merasa cemas pada hasil karya N-250 yang digarap selama-bertahun-tahun.
Habibie justru tampil yang terdepan meyakinkan semua orang bahwa mereka adalah
pejuang yang telah memenangkan hari itu dengan hasil terbaik. Ia motivator
ulung bagi ribuan bawahannya bahkan jutaan masyarakat indonesia.
Apakah dengan kharisma
yang dimilikinya, Habibie terlalu kaku dalam hal cinta? Rupanya tidak. Ia dan Ainun
justru menjadi pasangan yang disebut-sebut paling romantis sepanjang sejarah Indonesia.
Ditengah maraknya kasus-kasus perceraian dan perselingkuhan orang-orang besar, Habibie
tampil dengan pembuktian cinta kepada sosok Ainun. Kesetiaan terkuak. Kedalaman
hubungan terukur. Ia tebarkan pengaruhnya atas dasar cinta. Kehadiran cinta ini
yang menggetarkan orang-orang disekitarnya. Dan dunia pun takjub pada kisah dua
sosok manusia.
Kini, meski umur telah
merebut sebagian kekuatannya. Ia masih tetap berkontribusi untuk negara.
Memberi sumbangsi ide bagi penerus bangsa Indonesia.
Semoga terus sehat bapak
Habibie. Kami anak bangsa sangat mencintaimu. Semoga suatu hari nanti, Allah beri kesempatan untuk saya bertemu langsung denganmu.









1 komentar:
Yuk Merapat Best Betting Online Hanya Di AREATOTO
Dalam 1 Userid Dapat Bermain Semua Permainan
Yang Ada :
TARUHAN BOLA - LIVE CASINO - SABUNG AYAM - TOGEL ONLINE ( Tanpa Batas Invest )
Sekedar Nonton Bola ,
Jika Tidak Pasang Taruhan , Mana Seru , Pasangkan Taruhan Anda Di areatoto
Minimal Deposit Rp 20.000 Dan Withdraw Rp.50.000
Proses Deposit Dan Withdraw ( EXPRES ) Super Cepat
Anda Akan Di Layani Dengan Customer Service Yang Ramah
Website Online 24Jam/Setiap Hariny
Posting Komentar