RSS

WAHAI DIRI

Wahai Diri ...
Aku tak tahu kenapa kamu selemah ini sekarang ...
Padahal dulu kau begitu bersemangat. Mimpi dan gerakmu menyatu, menggelembung menjadi kekuatan yang dahsyat.
Kau petakan semua,,,
kau tajamkan tekad,,,
lalu kau tak peduli suara-suara yang menjatuhkan mentalmu...
Kau hanya percaya, bahwa kekuatan doa, usaha, dan keyakinan akan menggandengmu sampai kepada tujuan.

lalu kenapa....
berhari-hari yang kau lakukan hanya termenung, lalu kau cuek dengan buku agendamu. yang jelas-jelas ia menunggu sentuhan penamu untuk kemudian kau corat-coret dengan senyum mengembang dan semangat yang menggebu-gebu.

Ayolah ... kalahkan rasa malasmu...
kalahkan wahai diri.
Kenapa kau semakin berputus asa, lalu hatimu kau biarkan terluka saat yang lain kau saksikan tengah berjuang dengan mimpinya.

Apa jawabmu sekarang?

Duhai, sejujurnya aku juga tidak tahu apa yang menimpaku sekarang. Hari ini aku sudah menulis bahwa aku harus menghafal, belajar toefl ebook, persiapan persentasi besok di cendekia, input sebagian berkas beasiswa, baca sumber dan blog beasiswa, mengawas, cuci baju dan lain-lain. Tapi hanya sebagian saja yang terlaksana, itupun sesuatu yang tak begitu penting. Bukan hanya hari ini, kemarin-kemarin agendaku juga berantakan. berbulan-bulan tak jalan. Aku meraba diriku sendiri dan mendapati diriku banyak lalai dalam waktu yang aku punya. Aku lebih sering termenung dan kebanyakan tidur yang sebenarnya waktu itu bisa kumaksimalkan untuk sesuatu yang lebih bermanfaat. Aku sudah berulangkali mencoba bangkit tapi rasanya berat. Aku menyesal dan kecewa pada kebodohan diriku.
Yaaa... aku sangat bodoh
ku coba untuk memahami dan mencari akar masalahnya... namun nihil, aku tak dapat jawabannya.

Aku hanya menyadari satu hal, sesuatu yang teramat berat di kehidupan ini adalah KOMITMEN. Andai semua orang hidup dengan  komitmen yang tinggi maka segala sesuatunya akan berjalan secara teratur.
Komitmen kepada dirinya sebagai seorang muslim, hamba Allah, dan khalifah di muka bumi.
Komitmen kepada dirinya sebagai seorang anak yang taat pada orang tua, menyejukan hati ayah dan ibunya, disenangi kakak dan adiknya, paman dan bibinya, serta semua sanak keluarga.
Komitmen kepada dirinya sebagai seorang kader di organisasi tertentu, yang amanah pada tanggungjawabnya, yang peduli pada sesamanya, yang patuh pada pemimpinnya, yang mencintai kawan seperjuangannya.
Komitmen kepada dirinya sebagai teman bagi orang lain, yang empati dan simpati, yang menunaikan janji, yang tidak melukai hati, yang lembut kepada sesamanya.
Komitmen kepada dirinya sebagai makhluk Allah yang mencintai makhluk lainnya, yang tidak melukai binatang, yang mengasihi dan memberi makan.
Komitmen kepada dirinya sebagai seorang yang bekerja untuk melayani kepentingan negaranya, yang mencintai profesinya, yang patuh pada aturan, yang berdedikasi dengan penuh tanggungjawab tanpa iming-iming imbalan.
Komitmen kepada dirinya sendiri, yang terus meningkatkan kapasitas dirinya, yang tak pernah berhenti untuk belajar, bersungguh-sungguh dalam ibadahnya, yang terus mengevaluasi dirinya, yang benar-benar menjadi hamba Allah yang merindukan pertemuan dengan-Nya dijannah.
Komitmen pada masa depannya yang akan menjadi istri dari seorang pria. Ibu dari anak-anaknya. Ipar dari saudara suaminya, menantu dari orang tua suaminya.

Dan kesemuanya itu jelas sangat jauh dariku. Terasa sesak membayangkan itu sekarang. Atau aku memang terlalu idealis? Ya, tapi aku menyadari bahwa hidup ini adalah mata rantai yang terikat dari satu masalah menuju masalah lainnya. Banyak orang yang hanya memandang masalah itu hanya derita, kesusahan, kesakitan, tapi mereka mungkin lupa kesenangan juga masalah yang akan menguji mereka apakah akan tetap menjadi pribadi bersyukur atau kufur.

Ya Rabb, malam ini, semoga bisa jadi titik balik agar setelah menit kemudian aku bisa mengerjakan tugas-tugasku dengan tuntas. SEMANGAT....SEMANGAT....

Pino .... pino.... pino .... kalau malam ini masih sama dengan kemarin berarti kamu termasuk yang merugi. Atau malam ini lebih buruk dari kemarin berarti kamu celaka. itu kata Rasulullah.

Yeaaaaah kamu harus semangat :D :D :D :D
huhuhu :( ayolah .... yah ... yah
Hari ini aku semangat...
hari ini aku senang...
hari ini aku bangga....
hari ini aku lebih baik ....
hari ini aku tetap cantik (hihihi yang ini bohong ya :D wkwkwkwk)
hari ini aku tetap berpikir cemerlang (wahhh lebay :D :D)
hari ini aku sedang merindu seseorang (ahahhaha kalau ini BAPER, seseorang yang gak punya nama sama gak punya muka, rindu sama TEMBOK maksudnya :D :D :D)

hah lega akhirnya curhatan ini kelar,,, kasihan blog maaf ya, hatiku harus muntah-muntah di sini.
Aku tak mau curhat pada teman atau sahabat, sebab mereka lebih banyak mengeluhkan keluhanku. Soalnya mereka juga punya masalah, kasihan dong kalau aku tambah masalanya dengan masalahku yang... emmm .... ummm.... uhhh GAK PENTING DAN BERKUALITAS.

Gak apa-apa ya,,,, penting aku udah curhat hehehe.
see you next time ya blog, esok insya Allah aku akan kembali. :D

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar